Pelarisan Dagang Di Era Milenial, Apakah Masih Ada?

Pelarisan Dagang Di Era Milenial, Apakah Masih Ada?

Selagi manusia hidup, kita akan selalu berusaha untuk memenuhi kebutuhan untuk hidup kita. Baik berupa sandang, pangan, papan, bahkan kebutuhan tersier lainnya.

Orang bisa mencari penghasilan dengan cara apapun seperti bekerja di pabrik, perusahaan, Bertani, menjadi pengajar, hingga berdagang.

Namun, berdagang ternyata tidak semudah kelihatannya. Dengan banyaknya pesaing yang merebutkan pasar, pedagang tentu harus pandai mengakali agar dagangannya laris.

Mulai dari membuat diskon, mengadakan give away, mendekorasi tempat usahanya, membuat inovasi baru, bahkan ada juga yang menggunakan pelaris.

Konsep dan kegiatan pelarisan yang sudah ada sejak jaman dulu ini ternyata tetap ada hingga sekarang. Meski di era milenial, pelarisan ternyata masih tetap ada dan digunakan.

Seperti cerita yang sempat viral dari Quora, tentang seorang netizen anonim yang mengaku mendapati pelarisan di usaha bakso tempat ia bekerja.

Ceritanya, ia dan tujuh pekerja lain tidak diperbolehkan membuka panci kuah bakso. Mereka hanya diminta untuk melakukan pekerjaan lain seperti berbelanja, memotong bahan, hingga mengantar pesanan.

Namun suatu ketika, di saat pembeli sedang ramai dan pasangan yang memiliki usaha ini sedang tidak di tempat, pegawai ini berinisiatif menghidangkan pesanan pembeli dan mengaduk panci kuah bakso.

Namun ia terkejut mendapati kain hitam serupa celana dalam di dalam panci kuah. Cerita ini lalu menjadi viral dan mendapat banyak tanggapan di jagat maya.

Baca Juga :

Bulu Perindu, Benda Bertuah Penumbuh Rasa Rindu

5 Alasan Wanita Susah Mendapatkan Jodoh Idaman

Pelarisan Dagang Di Era Milenial, Apakah Masih Ada?

Pelaris itu sendiri adalah sesuatu untuk membuat hal yang tidak menarik jadi terlihat menarik, membuat orang yang tidak senang menjadi senang, orang yang sudah mencoba akhirnya ingin datang kembali.

Makanya banyak digunakan di barang dagangan, bisa berupa barang tak habis pakai ataupun makanan seperti kasus di atas.

Bentuk dan jenis pelaris pun bermacam-macam dan tiap daerah punya jenisnya masing-masing.

Ada berupa rajah yakni tulisan arab dan diletak di toko berjualan, ada berupa pajangan, ada berupa benda yang dimasukkan ke bahan belanjaan, bisa juga berupa batu, ada juga yang ditaruh di tempat penyimpanan uang.

Dan masih banyak sekali jenis pelaris yang masih digunakan masyarakat di era sekarang ini.

Pelaris ini pun punya batas waktu yang bermacam-macam. Ada yang hanya 40 hari, setahun, dua tahun, bahkan ada juga yang aktif selamanya. Metode untuk mendapatkannya pun juga bermacam-macam.

Zaman sekarang ini, pelaris tidak hanya bisa didapat dengan mendatangi dukun. Saat ini bahkan internet juga dijadikan tempat untuk mencari pelaris.

Coba saja ketikkan pelaris dagang di mesin pencarian internet, maka iklan penawaran berbagai jenis pelaris dagang akan muncul di pencarianmu. Bahkan pelaris ini juga dapat ditemui di marketplace online.

Meski zaman semakin modern, kegiatan berjualan dengan menggunakan pelaris ternyata tetap ada. Bahkan orang berjualan online juga ada yang menggunakan pelaris.

Zaman bisa saja berganti, tapi kepercayaan masyarakat akan tetap ada dan turun temurun.